Aksi Nyata Budaya Positif SD N Manyaran 01

   Menurut Ki Hajar Dewantara syarat utama dalam menciptakan budaya belajar yang merdeka adalah kedisiplinan.  Kedisiplinan disini meliputi disiplin diri yang dapat mewujudkan motivasi secara internal. Apabila kita tidak memiliki motivasi yang berasal dari diri sendiri maka kita perlu bantuan orang lain untuk meningkatkan kedisiplinan dan memberikan motivasi terhadap diri kita. Untuk menciptakan budaya positif maka sekolah harus menyediakan lingkungan yang berdampak positif, aman, serta bertanggung jawab.  Lingkungan positif disini artinya sekolah harus bisa menciptakan rasa cinta dan kasih sayang, penguasaan, kebebasan, dan kesenangan terhadap peserta didik.

    Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada siswa agar siswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan penuh hormat (Sumber: Modul PGP). Pada intinya seorang guru adalah penuntun bagi siswa untuk menuju kebahagiaan dan keselamatan sesuai dengan kodratnya. Dimana dengan adanya budaya positif dapat membentuk karakter baik siswa yang bermanfaat di kehidupan mereka nantinya. Oleh sebab itu, sekolah merupakan institusi yang berperan penting dalam pembentukan karakter siswa sehingga mewujudkan profil pelajar pancasila.

    Langkah awal untuk menciptakan budaya positif yaitu dengan membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas berisi aturan- aturan yang menciptakan kerja sama antar guru dan siswa, sehingga menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas berisi harapan guru terhadap siswa, harapan siswa terhadap guru dan harapan siswa terhadap kelasnya. Oleh sebab itu kesepakatan kelas harus disusun dengan jelas, menggunakan kalimat positif dan dikembangkan secara berkala agar mudah di pahami dan sesui dengan kondisi yang ada.

    Untuk menciptakan budaya positif sekolah perlu adanya kolaborasi antara pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah  yang membutuhkan waktu cukup lama. Karena membutuhkan waktu yang cukup lama maka kita harus memulainya dari sekarang, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi. Jangan jadikan masa pandemi sebagai hambatan untuk kita memulai proses penerapan budaya positif disekolah, justru jadikanlah masa pandemi sebagai tantangan untuk kita (guru) menciptakan inovasi dan kreasi baru supaya tetap dapat mengontrol prilaku siswa secara online.